JUJUR SEBUAH PILIHAN

Hari ini ketika anak2 selesai pramuka, seperti biasa saya dan guru-guru yang hebat (menurut saya...) Bercengkrama tentang kegiatan belajar mengajar hari ini. Subhanallooh...ada sesuatu yang sangat LUAR BIASA yang dilakukan oleh bu Tika (bukan nama asli) dan bu Eli (bukan nama asli) pada kelas 6. Mereka belajar tentang sesuatu yang akan mereka hadapi dalam kehidupan di luar sana. Ya.. Mereka belajar tentang "Jujur" sebuah pilihan. Ketika seluruh anak kelas 3-5 latihan pramuka, kelas enam seperti biasa ada kegiatan bimbel. Di awal bimbel bu Tika mengumumkan secara general hasil tryout propinsi yg dilaksanakan serempak se kota Bekasi,hasilnya bervariatif, ada yang sangat memuaskan dengan rata-rata 9,25 namun ada juga yang kurang memuaskan dengan rata-rata 4,25. Ketika mengumumkan hasil tryout, bu Tika menerima sms dari temannya yang berisi jawaban kunci UASBN. Dengan serta merta bu Tika dan bu Eli berdiskusi dan memberitahu pada anak2, bahwa bu Tika menerima sms yang isinya kunci jawaban UASBN. Karena berempati pada anak2 yang nilainya rendah tadi bu Tika menawarkan pada semua untuk menulis kunci jawaban tersebut dan menghafalkannya sebagai bekal mereka menghadapi UASBN. Suasana yang tadi tenang menjadi riuh. ada seorang anak yang langsung komentar. Ali, "wah itu mah namanya curang, gak jujur." Ada lagi yang komentar: "jangan bu itu namanya kita gak jujur, kok Sekolah Al Fatih begini sih, kita diajarkan kejujuran tapi kenapa caranya seperti ini" Bu Tika meyakinkan bahwa ini adalah salah satu ikhtiar untuk membantu mereka sukses UASBN. Akhirnya bu Tika dan bu Eli memperkenankan anak2 untuk memutuskan mau mencatat kunci jawaban atau tidak, yang tidak dipersilahkan keluar dan berkomitmen tidak boleh melihat atau bertanya pada anak2 yang mencatat. Akhirnya satu orang anak muslimah keluar diikuti dengan dua temannya. Kelas menjadi hening, hanya tatapan mata diantara mereka. Lama kelamaan seluruh anak muslimah keluar dan di dalam kelas hanya tersisa anak-anak muslim. Seorang anak muslim nyeletuk: "bagaimana kita, masa kita memilih menulis kunci jawaban ini, malu dong ama cewek-cewek kita." (Prikitiwwwwww)... Hehehe Akhirnya salah seorang anak muslim pertama keluar kemudian diikuti anak muslim lainnya, tinggalah dua anak muslim termasuk si Ali tadi yang bertama kali tidak setuju. Setelah bu Eli mencatat jawaban UASBN di papan tulis mereka menyalinnya. Bu Tika minta pada mereka agar jawaban itu di simpan dan tidak boleh diberi tahu pada siapa pun. Bu Eli kemudian keluar dan melihat seluruh anak muslimah berkumpul membuat lingkaran dan mendiskusikan kejadian di dalam ruang bimbel tadi. Ada yang berkata: " kok Sekolah Al Fatih jadi begini sih, katanya jujur tapi malah gurunya curang" Ada beberapa anak muslimah yang menangis karena kesal dengan apa yang terjadi tadi di ruang bimbel. Ada yang bingung, takut dan macam2 perasaan mereka. Akhirnya setelah dua anak tadi selesai menyalin bu Tika dan bu Eli mempersilahkan anak2 untuk masuk ke kelas. Kemudian bu Tika meminta semua anak bertepuk tangan, "oke tepuk tangan untuk kita semuaaaaa", kontan saja semua bingung, bengong, dan aneh... Bu Tika berbicara; "teman2 itulah hidup, dalam hidup kejujuran adalah sebuah pilihan... Bu Tika bangga dengan kalian semua...." Akhirnya mereka semua berteriak:" aaaaah... Bu Tika jahat, bu Eli ngerjain kita", beberapa anak muslimah yang matanya masih berkaca-kaca menangis lagi. Bu Eli bertanya :"kenapa kamu menangis?" Mereka menjawab:"saya gak percaya kok guru-guru Sekolah Al Fatih yang selalu mengajarkan kejujuran melakukan hal curang seperti ini". Bu Tika mengatakan :" bahwa inilah yang akan terjadi di luar sana , ketika teman-teman menghadapi UASBN, berbagai bentuk godaan akan datang, dari yang mulai buat kertas contekan, mencontek teman, bahkan dapat contekan dari guru sekalipun, dan bukan hanya teman-teman, kami guru-guru pun akan di goda untuk memperbaiki kertas jawaban, karena itu kita harus saling menguatkan bahwa kejujuran adalah pilihan kita walau bagaimana pun hasilnya nanti yang terpenting kita tetap berusaha dan berdoa, teman-teman pilihan untuk jujur bukan ketika menghadapi UASBN saja, tapi juga ketika menghadapi berbagai macam persoalan hidup" Subhanallooh... Melalui peristiwa ini kita semua belajar tentang arti pentingnya memilih jalan kejujuran walau apapun yang terjadi. Dan belajar betapa banyak tantangan dan godaan untuk kita komitmen pada prilaku jujur, baik godaan dari luar maupun dalam diri . Untuk diketahui, sms yang diterima bu Tika hanya skenario cerita. Bahkan pengalaman seorang guru disuatu sekolah, ketika simulasi ini dilakukan, dari sekitar 25 siswa yang ada, hanya 3 orang yang keluar, selebihnya memilih "jalan pintas".... Ironis sekali... Alhamdulillah dari 20 anak kela VI Sekolah Al Fatih hanya dua anak yang memilih "jalan pintas"... Subhanallooh... Usaha keras kita sebagai guru dan orang tua di rumah selam enam tahun menghasilkan anak2 yang kritis dan idealis... Namun tugas kita belum selesai, mereka masih perlu bimbingan, arahan, motivasi, dan teladan untuk tetap terus berkomitmen pada kejujuran. Jalan mereka masih sangat panjang. Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Hari ini ketika anak2 selesai pramuka, seperti biasa saya dan guru-guru yang hebat (menurut saya...) Bercengkrama tentang kegiatan belajar mengajar hari ini. Subhanallooh...ada sesuatu yang sangat LUAR BIASA yang dilakukan oleh bu Tika (bukan nama asli) dan bu Eli (bukan nama asli) pada kelas 6. Mereka belajar tentang sesuatu yang akan mereka hadapi dalam kehidupan di luar sana. Ya.. Mereka belajar tentang "Jujur" sebuah pilihan. Ketika seluruh anak kelas 3-5 latihan pramuka, kelas enam seperti biasa ada kegiatan bimbel. Di awal bimbel bu Tika mengumumkan secara general hasil tryout propinsi yg dilaksanakan serempak se kota Bekasi,hasilnya bervariatif, ada yang sangat memuaskan dengan rata-rata 9,25 namun ada juga yang kurang memuaskan dengan rata-rata 4,25. Ketika mengumumkan hasil tryout, bu Tika menerima sms dari temannya yang berisi jawaban kunci UASBN. Dengan serta merta bu Tika dan bu Eli berdiskusi dan memberitahu pada anak2, bahwa bu Tika menerima sms yang isinya kunci jawaban UASBN. Karena berempati pada anak2 yang nilainya rendah tadi bu Tika menawarkan pada semua untuk menulis kunci jawaban tersebut dan menghafalkannya sebagai bekal mereka menghadapi UASBN. Suasana yang tadi tenang menjadi riuh. ada seorang anak yang langsung komentar. Ali, "wah itu mah namanya curang, gak jujur." Ada lagi yang komentar: "jangan bu itu namanya kita gak jujur, kok Sekolah Al Fatih begini sih, kita diajarkan kejujuran tapi kenapa caranya seperti ini" Bu Tika meyakinkan bahwa ini adalah salah satu ikhtiar untuk membantu mereka sukses UASBN. Akhirnya bu Tika dan bu Eli memperkenankan anak2 untuk memutuskan mau mencatat kunci jawaban atau tidak, yang tidak dipersilahkan keluar dan berkomitmen tidak boleh melihat atau bertanya pada anak2 yang mencatat. Akhirnya satu orang anak muslimah keluar diikuti dengan dua temannya. Kelas menjadi hening, hanya tatapan mata diantara mereka. Lama kelamaan seluruh anak muslimah keluar dan di dalam kelas hanya tersisa anak-anak muslim. Seorang anak muslim nyeletuk: "bagaimana kita, masa kita memilih menulis kunci jawaban ini, malu dong ama cewek-cewek kita." (Prikitiwwwwww)... Hehehe Akhirnya salah seorang anak muslim pertama keluar kemudian diikuti anak muslim lainnya, tinggalah dua anak muslim termasuk si Ali tadi yang bertama kali tidak setuju. Setelah bu Eli mencatat jawaban UASBN di papan tulis mereka menyalinnya. Bu Tika minta pada mereka agar jawaban itu di simpan dan tidak boleh diberi tahu pada siapa pun. Bu Eli kemudian keluar dan melihat seluruh anak muslimah berkumpul membuat lingkaran dan mendiskusikan kejadian di dalam ruang bimbel tadi. Ada yang berkata: " kok Sekolah Al Fatih jadi begini sih, katanya jujur tapi malah gurunya curang" Ada beberapa anak muslimah yang menangis karena kesal dengan apa yang terjadi tadi di ruang bimbel. Ada yang bingung, takut dan macam2 perasaan mereka. Akhirnya setelah dua anak tadi selesai menyalin bu Tika dan bu Eli mempersilahkan anak2 untuk masuk ke kelas. Kemudian bu Tika meminta semua anak bertepuk tangan, "oke tepuk tangan untuk kita semuaaaaa", kontan saja semua bingung, bengong, dan aneh... Bu Tika berbicara; "teman2 itulah hidup, dalam hidup kejujuran adalah sebuah pilihan... Bu Tika bangga dengan kalian semua...." Akhirnya mereka semua berteriak:" aaaaah... Bu Tika jahat, bu Eli ngerjain kita", beberapa anak muslimah yang matanya masih berkaca-kaca menangis lagi. Bu Eli bertanya :"kenapa kamu menangis?" Mereka menjawab:"saya gak percaya kok guru-guru Sekolah Al Fatih yang selalu mengajarkan kejujuran melakukan hal curang seperti ini". Bu Tika mengatakan :" bahwa inilah yang akan terjadi di luar sana , ketika teman-teman menghadapi UASBN, berbagai bentuk godaan akan datang, dari yang mulai buat kertas contekan, mencontek teman, bahkan dapat contekan dari guru sekalipun, dan bukan hanya teman-teman, kami guru-guru pun akan di goda untuk memperbaiki kertas jawaban, karena itu kita harus saling menguatkan bahwa kejujuran adalah pilihan kita walau bagaimana pun hasilnya nanti yang terpenting kita tetap berusaha dan berdoa, teman-teman pilihan untuk jujur bukan ketika menghadapi UASBN saja, tapi juga ketika menghadapi berbagai macam persoalan hidup" Subhanallooh... Melalui peristiwa ini kita semua belajar tentang arti pentingnya memilih jalan kejujuran walau apapun yang terjadi. Dan belajar betapa banyak tantangan dan godaan untuk kita komitmen pada prilaku jujur, baik godaan dari luar maupun dalam diri . Untuk diketahui, sms yang diterima bu Tika hanya skenario cerita. Bahkan pengalaman seorang guru disuatu sekolah, ketika simulasi ini dilakukan, dari sekitar 25 siswa yang ada, hanya 3 orang yang keluar, selebihnya memilih "jalan pintas".... Ironis sekali... Alhamdulillah dari 20 anak kela VI Sekolah Al Fatih hanya dua anak yang memilih "jalan pintas"... Subhanallooh... Usaha keras kita sebagai guru dan orang tua di rumah selam enam tahun menghasilkan anak2 yang kritis dan idealis... Namun tugas kita belum selesai, mereka masih perlu bimbingan, arahan, motivasi, dan teladan untuk tetap terus berkomitmen pada kejujuran. Jalan mereka masih sangat panjang. Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Komentar